Kenangan Stasiun SIDOARJO



Sidoarjo sejak lama menjadi wilayah penting dalam jaringan perkeretaapian Jawa Timur karena posisinya sebagai penghubung Surabaya dengan kawasan selatan dan barat. Stasiun Waru menjadi gerbang utara yang sibuk, disusul Gedangan dan Buduran yang tumbuh bersama kawasan permukiman dan industri. Di pusat kota berdiri Stasiun Sidoarjo, simpul utama yang menyatukan mobilitas warga, perdagangan, dan perjalanan antarkota. Ke arah selatan, jalur rel melewati Tanggulangin dan Porong, dua nama yang lekat dengan dinamika sosial dan sejarah wilayahnya.

Sementara itu di sisi barat Sidoarjo, lintasan Surabaya–Kertosono menghadirkan Stasiun Krian, Boharan, Tulangan, Tarik, dan Prambon, stasiun-stasiun yang dahulu menjadi denyut angkutan hasil bumi dan mobilitas desa-kota. Meski sebagian tak lagi aktif, jejak rel dan bangunannya tetap menjadi saksi perjalanan panjang Sidoarjo dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.

Daftar stasiun di Sidoarjo:
Waru, Gedangan, Buduran, Sidoarjo, Tanggulangin, Porong, Krian, Boharan, Tulangan, Tarik, Prambon.
#StasiunSidoarjo #KeretaApi #SejarahKereta #Perkeretaapian #StasiunWaru #StasiunGedangan #StasiunBuduran #StasiunSidoarjo #StasiunTanggulangin #StasiunPorong #StasiunKrian #StasiunTarik #StasiunPrambon #Boharan #Tulangan #JalurRel #RailwayHeritage #KAJawaTimur #SejarahTransportasi #JejakKolonial #StasiunLama #IndonesiaRailway #NostalgiaRel #KotaRel #CeritaStasiun

Komentar