Jember memiliki tiga stasiun aktif dan beberapa stasiun peninggalan masa kolonial yang kini nonaktif. Jalur kereta di wilayah ini mulai dibangun sejak akhir abad ke-19 oleh Staats Spoorwegen, terutama untuk mengangkut hasil perkebunan seperti tembakau, kopi, dan karet.
Stasiun Jember menjadi pusatnya—dibuka tahun 1897 dan hingga kini menjadi stasiun terbesar di tapal kuda. Di sebelah barat berdiri Stasiun Rambipuji, yang tetap aktif melayani perjalanan harian dan menjadi titik susul penting. Sedikit ke barat lagi terdapat Stasiun Tanggul, stasiun persilangan yang melayani akses menuju perbatasan Lumajang.
Di sisi lain, Jember menyimpan jejak stasiun bersejarah yang kini tidak beroperasi. Stasiun Balung dan Stasiun Kencong, yang dulu melayani jalur cabang Rambipuji–Balung–Puger menuju Lumajang, kini tinggal bangunan tua. Jalur itu awalnya berfungsi sebagai jalur angkutan perkebunan yang dibangun awal 1900-an, namun ditutup pada era 1970-an karena menurunnya penggunaan. Banyak bekas rel telah berubah menjadi permukiman atau sawah.
Ringkasnya:
Aktif: Jember, Rambipuji, Tanggul
Nonaktif: Balung, Kencong, halte/stopplaats jalur cabang selatan
Selebihnya menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian Jember yang patut dikenang.
---
25 Hashtag
#StasiunJember #Rambipuji #Tanggul #StasiunBalung #StasiunKencong #KeretaApiJember #SejarahJember #RelKolonial #StaatsSpoorwegen #JalurJember #TapalKudaRailway #PerkeretaapianJawa #HeritageJember #StasiunTua #JalurNonaktif #JemberTempoDulu #WisataSejarahJember #PerkebunanJember #RelPuger #SejarahTransportasi #KAI #KeretaApiIndonesia #BangunanKolonial #JalurSelatanJember #EksJalurPerkebunan
Komentar
Posting Komentar