Yogyakarta adalah salah satu pusat sejarah perkeretaapian di Jawa, tempat dua perusahaan besar kolonial—Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan Staats Spoorwegen (SS)—pernah menanamkan jejaknya. Di kota budaya ini, rel kereta tidak hanya menjadi urat nadi transportasi, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang dari era lokomotif uap hingga kereta modern yang kita kenal sekarang.
1. Stasiun Tugu Yogyakarta (Aktif – SS, 1887)
Diresmikan pada tahun 1887 oleh Staats Spoorwegen, Stasiun Tugu dibangun untuk melayani jalur Semarang–Surakarta–Yogyakarta–Kutoarjo. Stasiun ini berada di sisi utara Keraton, menyimbolkan hubungan keraton dengan dunia modern pada akhir abad ke-19. Kini, Stasiun Tugu menjadi stasiun kelas besar yang melayani KA jarak jauh dan perjalanan penting antarprovinsi. Arsitekturnya pun masih mempertahankan nuansa kolonial yang megah.
2. Stasiun Lempuyangan (Aktif – NIS, 1872)
Lebih tua dari Tugu, Stasiun Lempuyangan merupakan stasiun NIS yang dibuka pada tahun 1872 pada jalur Semarang–Solo–Yogyakarta. Dahulu, stasiun ini adalah pusat aktivitas angkutan barang, terutama gula dan hasil perkebunan. Kini Lempuyangan dikenal sebagai stasiun untuk KA ekonomi serta beberapa KA komuter. Meskipun modernisasi telah dilakukan, kawasan stasiun masih mempertahankan jejak sejarahnya.
3. Stasiun Maguwo (Aktif – Rehabilitasi 2011)
Stasiun ini dibangun ulang ketika Bandara Adisutjipto dikembangkan. Kini menjadi stasiun modern yang melayani KRL Prambanan Ekspres (Prameks) dan KA Bandara. Lokasinya berada tepat di samping bandara lama, membuatnya menjadi pusat integrasi transportasi unik di Yogyakarta.
4. Stasiun Patukan (Aktif Komuter)
Terletak di barat Yogyakarta, stasiun kecil ini dibangun oleh Staats Spoorwegen. Kini melayani perjalanan KRL lokal seperti KA Bandara dan KRL Jogja–Solo. Walaupun kecil, Patukan menjadi bagian penting dalam mobilitas harian warga.
5. Stasiun Rewulu (Aktif – Depo BBM)
Stasiun Rewulu terkenal karena adanya Depo Pertamina Rewulu, sehingga menjadi titik penting angkutan bahan bakar. Jalur di stasiun ini sempat ramai aktivitas angkutan minyak hingga era modern.
---
Stasiun Nonaktif di Yogyakarta
6. Stasiun Ngabean (Nonaktif – Trem Jogja, 1896)
Ini adalah stasiun legendaris dari sistem trem NIS yang dibuka tahun 1896. Trem Jogja dulu melayani rute kota hingga ke Bantul dan Maguwo. Stasiun Ngabean adalah titik pusat trem tersebut. Kini bangunan fisiknya sudah hilang, tetapi lokasinya masih dikenang sebagai bagian penting sejarah transportasi kota.
7. Stasiun Gondokusuman (Nonaktif – NIS)
Merupakan bagian dari jalur trem NIS dalam kota, berada di kawasan padat penduduk. Digunakan untuk angkutan barang dan trem penumpang ringan. Saat ini tidak tersisa bangunan aslinya.
8. Stasiun Kotagede (Nonaktif – SS)
Dulu melayani jalur Yogyakarta–Pundong. Stasiun ini penting bagi industri perak Kotagede dan pengangkutan hasil bumi dari wilayah selatan. Jalur ini kemudian ditutup sekitar 1970-an.
9. Stasiun Bantul (Nonaktif – NIS)
Salah satu stasiun terbesar di jalur Yogyakarta–Bantul–Palbapang. Pada masa kolonial, Bantul sibuk oleh trem, pengiriman gula, dan hasil pertanian. Setelah jalur trem ditutup tahun 1940-an, stasiun ini ikut berhenti beroperasi. Kini bekas emplasemennya masih dikenang oleh penggemar kereta api.
10. Stasiun Palbapang (Nonaktif – NIS)
Inilah stasiun besar trem yang terkenal sebagai simpul penting jalur trem NIS ke Parangtritis, Bantul, dan Yogyakarta. Pada masa Jepang, jalur ini sempat dipakai untuk logistik dan perang.
11. Halte-halte Nonaktif Lainnya
Selain stasiun besar, Yogyakarta juga memiliki banyak halte kecil yang kini hilang, seperti:
Halte Giwangan
Halte Pojok Beteng
Halte Prenggan
Halte Kridosono
Halte Wiyoro
Semua berada pada jaringan trem yang kini hanya tersisa jejak sejarah.
Ringkasan Nama-Nama Stasiun di Yogyakarta
Stasiun Aktif:
1. Yogyakarta (Tugu)
2. Lempuyangan
3. Maguwo
4. Patukan
5. Rewulu
Stasiun / Halte Nonaktif:
1. Ngabean
2. Gondokusuman
3. Kotagede
4. Bantul
5. Palbapang
6. Giwangan (halte)
7. Wiyoro (halte)
8. Prenggan (halte)
9. Kridosono (halte)
10. Pojok Beteng (halte)
#Yogyakarta #StasiunTugu #Lempuyangan #SejarahKereta #TremJogja #Ngabean #Palbapang #StasiunBantul #Kotagede #RelKolonial #NIS #StaatsSpoorwegen #KeretaApiJogja #HeritageRailway #JalurNonAktif #StasiunIndonesia #YogyakartaHeritage #JalurTrem #SejarahTransportasi #YogyaTempoDulu #RelSejarah #StasiunModern #JogjaRailway #BudayaKereta #KotaYogyakarta
Jogja pancen istimewa
BalasHapus